Strategi dan Formasi Cara Bertahan Dalam Futsal

Pola Pertahanan (Defense)  

Pada permainan futsal untuk membangun sebuah benteng pertahanan yang kokoh dan susah dijebol oleh pemain lawan maka sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti formasi bertahan yang dipakai, kemampuan individu pemain dalam melakukan gerakan bertahan, penguasaan teknik dan prinsip- prinsip dalam pertahanan, dan berbagai tips serta trik lainnya untuk mempertahankan gawangnya agar tetap aman. 

formasi dan strategi defense cara pertahanan futsal

Seberapa kuat tim dalam mengamankan gawangnya dari gempuran serangan lawan akan sangat ditentukan seberapa solid kerja sama dan komunikasi tim yang dibangun oleh para pemain bertahan dengan baik selama pertandingan berlangsung. Pola permainan bertahan biasanya dipakai ketika menghadapi sebuah tim yang sangat agresif untuk menyerang. Hal ini sering terjadi ketika tim lawan dalam posisi yang tertinggal skornya dan dituntut untuk memenangkan pertandingan sehingga harus mati- matian dalam melakukan penyerangan. 

Demikian sebaliknya bagi tim yang lebih unggul skor golnya cenderung akan lebih memilih untuk mempertahankan posisinya dengan menerapkan strategi permainan bertahan, terutama di saat mendekati waktu- waktu akhir yang nyaris hanya mengandalkan serangan balik dengan memanfaatkan kesalahan dari pemain lawan.  

Strategi Bermain Bertahan

Ada beberapa strategi pertahanan dalam futsal yang bisa digunakan pada suatu pertandingan yang berlangsung di lapangan. Semua itu tergantung dari seorang pelatih dalam menerapkannya ke dalam permainan tim tentunya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Beda pelatih mungkin akan berbeda pula stategi dan gaya permainan yang dipakai dimana hal itu disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan pemain. 

Peran penting dari sang pelatih dalam mengatur strategi pada permainan futsal juga sangat menentukan pola pertandingan yang akan dibangun nantinya oleh para pemain. Saat seorang pelatih memberikan perintah dan instruksi kepada pemain untuk menerapkan pola permainan bertahan tentunya ia memiliki pandangan dan analisis tersendiri terhadap keputusannya dalam menghadapi gaya permainan tim lawan. 

Teknik Gerakan Pertahanan

Beberapa gerakan dalam bermain bertahan yang perlu dilatih dan dikuasai pemain dalam pertandingan supaya mampu menerapkan strategi pertahanan dengan baik yakni Covering dan Repliegues.

Covering

Covering adalah gerakan untuk melakukan penjagaan terhadap pemain lawan secara berlapis dalam mengantisipasi setiap ancaman yang berpotensi memberikan peluang kepada tim lawan menciptakan gol. Untuk menjaga dan menutup serapat mungkin daerah pertahanan maka dibutuhkan kerja sama serta kekompakan tim antar pemain bertahan agar tidak mudah dilewati dan dikecoh oleh lawan.

Cara melakukan covering terhadap pemain lawan yaitu dilakukan dengan dua orang pemain yang berbeda posisi dimana satu pemain menjaga ketat pergerakan pemain lawan sedangkan pemain lainnya berada pada posisi bebas yang tidak jauh dari posisi pemain pertama. Jika satu pemain berhasil dilewati lawan maka pemain yang satunya siap mengkover dan menghadang pemain lawan. 

Covering biasanya digunakan untuk mengantisipasi pergerakan lawan yang memiliki kualitas dan skil individu yang sangat bagus sehingga harus mendapat penjagaan yang super ketat untuk mematikan pola serangannya yang bisa membahayakan gawang. 

Repliegues

Repliegues adalah gerakan bertahan yang memerlukan bantuan dari pemain depan untuk ikut dalam menjaga pertahanan saat diserang oleh tim lawan. Ada dua cara yang bisa dilakukan dengan gerakan ini yaitu:
  • Repliegues centrado, pemain berkumpul / mengelilingi pemain lawan yang sedang menguasai bola supaya ia tidak memiliki ruang untuk mengumpan ataupun menendang langsung ke arah gawang sehingga bola bisa direbut dari penguasaanya. 
  • Dua pemain secara sejajar bertahan di lini pertahanan untuk menutup ruang gerak pemain lawannya dan berupaya untuk langsung merebut atau menghalau bola. 

Formasi Pemain Bertahan 

Formasi futsal yang dipakai oleh sebuah tim untuk bertahan juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kemenangannya hingga akhir pertandingan. Dengan menggunakan formasi bermain yang tepat dan mempelajari gaya permainan lawan tentu akan sangat menyulitkan bagi para pemain lawan untuk bisa menembus benteng pertahanan.

Beberapa formasi yang dipakai dalam bertahan yaitu:

Formasi 2-2

Formasi futsal jenis ini sering dipakai oleh sebuah tim untuk pola pertahanan pada suatu pertandingan.  Formasi 2-2 merupakan jenis formasi yang paling dasar dalam permainan futsal dimana 2 pemain berada di depan dan 2 pemain lainnya berada di bagian belakang. Hal ini biasa dilakukan ketika para pemain lawan sedang menguasai bola maka pemain bertahan segera membentuk formasi 2-2 untuk melakukan penjagaan. 

formasi defense bertahan futsal

Saat pemain lawan melakukan umpan kepada temannya maka 1 pemain bertahan harus berusaha mendekati bola untuk merebutnya dan 2 orang pemain yang lain melakukan covering sedangkan 1 pemain yang lainnya turun ke daerah pertahanan belakang dan menjadi tameng terakhir. Sehingga hal ini bisa mempersulit tim lawan dalam membangun pola serangan. 

Formasi 4-0

Strategi bertahan dengan memakai formasi 4-0 merupakan pola permainan bertahan secara total dengan menempatkan semua pemain berada di dalam daerah pertahanan. Bentuk formasi ini biasa digunakan pada menit-menit akhir untuk mempertahankan keunggulan. Dengan menggunakan formasi ini akan sulit bagi lawan dalam menembus tembok pertahanan pemain karena ruang gerak untuk menciptakan gol menjadi lebih sempit. 

Terlihat memang sangat monoton dan membosankan tetapi boleh-boleh saja tiap tim untuk memilih gaya permainan yang dipakainya. Saking monotonnya formasi ini mungkin dalam permainan sepak bola ada yang menyebutnya dengan istilah formasi parkir bus :) dimana para pemain berkumpul dan berjejer di daerah pertahananya sendiri dengan tujuan utamanya menghadang serangan lawan dan mengamankan gawang supaya tidak kebobolan. 

Formasi 3-1

Formasi ini hampir sama dengan formasi 4-0 yaitu memiliki tujuan untuk bertahan mengamankan gawang agar tidak tercipta gol bagi tim lawan. Pada formasi 3-1 ini terdapat 3 pemain berada dalam daerah pertahanan di belakang dan hanya menyisakan 1 pemain di depan untuk melakukan serangan. 

Satu pemain yang berada di depan bertugas untuk merebut bola pada daerah pertahanan lawan dan menjadi pemain andalan yang harus mampu menempatkan diri dan siap membuka ruang jika mendapat sebuah peluang untuk melakukan serangan balik yang dihasilkan dari umpan bola pemain belakang. 

Formasi 1-2-1

Jenis formasi futsal ini juga bisa digunakan untuk formasi bertahan sebagai penghambat penyerangan lawan dan berfungsi menguasai blok tengah ketika bola terpotong oleh pemain lawan di depan daerah pinalti. Formasi 1-2-1 membutuhkan skil dan kerja sama yang baik antar pemain karena formasi ini fleksibel untuk melakukan rotasi pemain dalam pertandingan futsal.

Pada penerapannya di lapangan ketika posisi pemain berada dalam formasi 3-1, dua pemain belakang yang ada di samping kanan dan kiri bisa lebih maju ke depan sehingga dengan 2 posisi pemain belakangnya yang maju ke area tengah maka hal ini bisa memberikan keseimbangan bagi permainan tim dalam bertahan dan menyerang. 

Itulan beberapa penjelasan mengenai formasi dan strategi cara permainan bertahan dalam futsal, baca juga tips dan teknik futsal yang lainnya semoga bermanfaat.  

Tips dan Teknik Dasar Kiper Futsal

Peran Penting Seorang Kiper 

Seorang kiper dalam pertandingan futsal merupakan pemain yang memiliki peranan begitu penting bagi sebuah tim dalam menjaga gawang agar tetap aman dari serangan lawan. Sebuah team yang memiliki kualitas kiper yang bagus tentu akan memberikan rasa nyaman terhadap para  pemain yang lain terutama pada situasi dimana pemain lawan mulai mendekati area penalti. Salah satu trik agar menjadi kiper futsal yang tangguh yaitu dengan menguasai teknik-teknik dasar sebagai penjaga gawang profesional untuk sebuah tim. 

Seorang kiper yang berpengalaman akan lebih memiliki ketenangan dalam permainan dan mempunyai kemampuan membaca arah bola yang baik serta memiliki timing yang tepat kapan ia harus segera keluar untuk menghalau bola dari serangan lawan. Dia juga mampu untuk mengambil keputusan yang benar apakah ia harus menangkap bola ataupun menepis / memblok bola yang datang kepadanya.

Tips Teknik Dasar Kiper Futsal

Cara untuk menjadi kiper profesional yang berkualitas bagus agar tidak mudah kebobolan tidaklah bisa didapatkan dengan cara instan. Perlu sebuah upaya yang berkesinambungan untuk mengasah kemampuannya dengan berlatih secara teratur. Bila perlu sering bertanya kepada para senior yang lebih berpengalaman dan juga belajar dari seorang kiper terbaik dunia melalui video dan sebagainya yang pada intinya gigih mempelajari teknik-teknik dalam permainan. 

Menjadi seorang kiper futsal harus memiliki reflek yang baik sehingga harus mau melatih diri untuk selalu mengasah insting dan kemampuan dalam membaca arah bola. Hal ini sangat bermanfaat sebagai salah satu trik dalam menghadapi tendangan penalti agar selalu sigap ketika mendapati bola- bola yang secara tiba- tiba datang kepadanya. Namun semua itu harus tetap diimbangi dengan menambah jam terbang dalam pertandingan sehingga skil individu sebagai seorang kiper dapat terus meningkat menjadi lebih baik.

Teknik Dasar Kiper Futsal

Selain harus memahami perlengkapan dan peraturan kiper futsal, ada beberapa teknik- teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang kiper dimana fungsi dari penjaga gawang dalam pertandingan tidak hanya untuk mengamankan bola agar tidak masuk ke gawang tetapi juga memiliki peran yang penting dalam membantu penyerangan. Akurasi umpan atau lemparan yang tepat dari seorang kiper akan sangat membantu pemain dalam menyerang ke daerah lawan.

Teknik Menangkap Bola

Cara menangkap bola yang benar mutlak harus bisa dikuasai oleh seorang penjaga gawang jika tidak ingin memberikan kesempatan kepada tim lawan untuk mencetak gol. Sang kiper harus mengetahui cara mengantisipasi setiap bola yang datang kepadanya baik itu melalui atas, bawah maupun samping. 

Cara Menangkap Bola Bawah 

Teknik tangkapan bola ini dipakai untuk mengantisipasi bola yang meluncur deras dan mendatar lewat bawah. Perlu kecermatan ketika melakukan tangkapan untuk memastikan bola dapat ditangkap dengan baik dan tidak lolos melalui kolong kaki. Adapun cara melakukan tangkapan bola bawah yaitu
  • Posisi kiper bergerak maju ke depan 
  • Kaki dibuka selebar bahu 
  • Telapak tangan dalam keadaan terbuka dan badan membungkuk
  • Ketika hendak melakukan tangkapan, tekuk salah satu kaki untuk menutup selah kolong kaki sebagai antisipasi agar bola tidak melewatinya. 

Cara Menangkap Bola Atas

Tangkapan teknik ini digunakan untuk mengantisipasi bola yang datang di atas pinggang atau kepala dengan telapak tangan mengelilingi bola serta ibu jari dan jari yang lainnya membentuk huruf W di bagian belakang bola dengan tujuan bola bisa ditangkap dengan baik dan sempurna. Cara melakukan tangkapan bola atas adalah:
  • Posisi kaki dibuka selebar bahu
  • Badan agak membungkuk dan posisi tangan ke depan
  • Saat akan bersentuhan dengan bola maka tariklah lengan tangan
  • Peluklah bola dengan erat diantara dada dan tangan
  • Untuk mengontrol dan mengurangi laju bola, posisi badan sedikit mundur ke belakang. 

Cara Menangkap Bola Samping 

Teknik tangkapan bola ini dilakukan dengan cara menjatuhkan badan untuk menangkap bola yang bergulir dengan cepat yang datang di samping kiri atau kanan dari seorang penjaga gawang. Agar bisa melakukan tangkapan ini dengan baik perlu adanya kecepatan kaki yang bagus dan arah terhadap bola yang tepat serta kedua tangan yang siap menangkap dengan posisi antar jari- jarinya seperti membentuk huruf W untuk menghasilkan daya cengkram terhadap bola yang kuat.


Teknik Blocking, Menepis Bola

Dalam sebuah pertandingan futsal tugas seorang penjaga gawang yang paling dominan adalah untuk melakukan blocking terhadap bola yang datang sehingga gawang tetap aman dan terselamatkan. Kiper futsal juga harus memiliki keberanian dan kecermatan yang baik dalam menghalau setiap serangan lawan yang bisa membahayakan gawangnya sehingga dibutuhkan latihan yang benar untuk menguasainya.

teknik dasar menjadi kiper futsal

Selain itu hal yang perlu diperhatikan juga yaitu apabila ada ruang bagi pemain lawan untuk melakukan tendangan dari depan gawang maka seorang kiper harus bergerak cepat mendatangi bola dan menutup sudut tembakan serapat mungkin dengan cara membuka tangan dan kakinya. 

Pada permainan futsal kiper harus siap menerima bola dalam keadaan apapun termasuk ketika mendapat tendangan atau tembakan yang keras dari pemain lawan harus memiliki antisipasi yang baik dan benar supaya gawang tetap aman. Salah satu teknik yang harus dikuasai yaitu kemampuan dalam memblok atau menepis bola yang dilesatkan melaju dengan sangat keras. 

Penjaga gawang harus mampu untuk memutuskan apakah sebuah tendangan harus di tangkap atau diblok. Seorang kiper yang memiliki kekuatan dalam mencengkram bola yang bagus tetap harus memperhatikan resiko jika gagal dalam menangkap bola dengan sempurna karena hal itu bisa saja berakibat fatal dengan menghasilkan bola rebound dan memberikan pelung kepada tim lawan untuk mencetak gol. Tentu saja hal ini menjadi sebuah kerugian besar, oleh karena itu jika tidak yakin mampu menangkap bola dengan sempurna maka sebaiknya bola untuk ditepis atau diblok. 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan blocking bola diantaranya:
  • Perhatikan posisi badan agar berdiri dengan tegak dan kaki dibuka selebar bahu
  • Buka selebar mungkin kedua tangannya
  • Pandangan tetap fokus ke arah bola 
  • Jika bola meluncur cepat di atas, di kanan atau kiri maka gunakan tangan untuk menghalau bolanya
  • Jika laju bola cepat di bawah maka halau dengan menggunakan kaki, karena jika pakai tangan maka kemungkinan akan terlambat dalam menghalau bolanya 
  • Blok atau tepis bola agar menjauh dari daerah gawang ke arah kanan, kiri, atau atas dan juga jauhkan arah pantulan bola dari pemain lawan. 

Teknik Melempar Bola

Seorang kiper tidak hanya dituntut untuk bisa menjaga gawang dari serangan lawan namun juga memiliki peranan yang juga penting dalam permainan yaitu untuk membantu penyerangan terutama di saat timnya mendapat kesempatan yang baik untuk menciptakan sebuah gol terhadap gawang lawan. 

Sebuah lemparan yang akurat dan waktu yang tepat dari seorang kiper futsal kepada temannya pada saat terbuka peluang untuk melakukan serangan balik (Counter Attack) akan sangat merepotkan pertahanan lawan dan sangat berpotensi untuk mengasilkan tambahan gol.


Satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh kiper adalah harus cermat dan berhati- hati ketika melakukan lemparan ke arah sasaran yang dituju. Bola yang dilempar harus tepat menuju ke arah temannya, jangan sampai karena kesalahan kiper bola justru mendarat di kaki pemain lawan dan memberi peluang yang cukup leluasa kepada tim lawan untuk mencetak gol.

Jenis Lemparan Bola

Ada beberapa macam cara melempar bola dalam permainan futsal yang bisa dijadikan pilihan kiper untuk memberikan kepada rekan setimnya dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan pertandingan. Seorang penjaga gawang bisa melakukan lemparan pendek ke teman yang jaraknya paling dekat dengannya dan tentunya aman dari hadangan lawan. 

Bisa juga ia memutuskan untuk melakukan lemparan bola jarak jauh ataupun parabola menuju rekannya yang memiliki posisi sangat baik untuk mencetak gol. Diantara jenis melempar bola yang biasa digunakan oleh seorang kiper yaitu lemparan bola bawah, atas, menyamping, dan lembing. 

Tips Melempar Bola

Beberapa tips dan cara untuk melakukan lemparan terhadap bola pada permainan futsal antara lain
  • Letakan bola ditelapak tangan dan cengkram dengan erat
  • Tentukan target yang akan diberikan bola
  • Buka langkah kaki yang berbeda dengan lengan tangan yang digunakan untuk melempar
  • Pandangan untuk tetap fokus menuju sasaran lalu arahkan bola seakurat mungkin ke arah target dan jangan sampai terkena pemain lawan. 
  • Untuk lemparan bola atas, tangan yang akan melempar bola lurus di belakang badan sedangkan posisi tangan berlawanan dan sudut badan mengarah ke arah sasaran lalu lengkungkan tubuh atas bagian belakang bertumpu pada pinggang
  • Untuk lemparan bola bawah lepaskan bola di atas permukaan lapangan seperti gerakan melempar bola bolling
  • Untuk lemparan menyamping dilakukan dengan gerakan lurus seperti pesawat yang hendak mendarat dan lepaskan bolanya kira- kira setinggi pinggang lalu putar di bagian pergelangan tangan saat melepas bola dengan melakukan spin / putaran bola. 
  • Untuk lemparan lembing lutut kaki yang berlawanan ditekuk dan bergerak ke arah sasaran lalu lepaskan bola seperti gerakan pada melempar lembing 

Teknik Menendang Bola

Cara melakukan tendangan bola oleh penjaga gawang (Keeper) bisa dilakukan dalam keadaan bola dipegang atau ditangkap yaitu dilakukan dengan menggunakan teknik tendangan voli untuk memberikan bola atau mengumpan kepada teman setimnya yang jaraknya cukup jauh. Hal ini juga bisa dimanfaatkan dalam kondisi melakukan serangan balik agar bola segera diterima dengan cepat oleh teman yang ditargetkan. Cara ini dirasa lebih cepat dari pada dengan bola dilempar menggunakan tangan. Namun yang terpenting adalah bola harus akurat mengenai sasaran. 

Tidaklah mudah untuk bisa melakukan teknik tendangan voli tanpa adanya latihan yang serius dan sering mengasah ketajaman arah bola yang ditendang. Adapun cara untuk melakukan tendangan voli ini adalah sebagai berikut:
  • Peganglah bola pada telapak tangan berlawanan dengan kaki yang digunakan untuk menendang
  • Posisi tubuh mengarah ke sasaran dan pandangan kepala ke arah bola
  • Langkahkan kaki yang tak digunakan menendang ke depan untuk menumpu
  • Tendang bola dengan punggung kaki atau kura- kura di bagian tengah bola dengan posisi kaki yang lurus
  • Biarkan kaki untuk melakukan gerakan lanjutan beberapa langkah ke depan dengan tetap menjaga keseimbangan. 

Teknik Kontrol dan Passing Bola

Ada kalanya bola harus diumpan ke belakang kepada kiper (Back Pass) karena dalam situasi terjepit maka seorang penjaga gawang juga harus memiliki kemampuan dalam mengontrol bola dan mampu mengumpan kembali bola tersebut kepada temannya atau melakukan tendangan lambung ke depan atau bahkan membuang bola. 

Meskipun jarang dilakukan namun pada keadaan tertentu hal ini tentu butuh kesigapan dari seorang kiper untuk membantu teman satu timnya dalam posisi permainan bertahan. Oleh karena itu penting juga bagi seorang kiper untuk menguasai teknik mengontrol dan passing bola dalam pertandingan futsal.

Selengkapnya baca: Teknik Passing Cara Mengumpan Bola 

Itulah beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap penjaga gawang / kiper pada pertandingan futsal yang bisa dibagikan kali ini, silahkan baca juga teknik-teknik permainan yang lainnya, semoga bermanfaat. 

Teknik Shooting Cara Menendang Bola dengan Keras

Dalam pertandingan futsal penting sekali bagi seorang pemain untuk menguasai teknik dasar shooting terutama yang berada pada posisi depan saat mendapat kesempatan untuk melakukan tendangan secara langsung. Shooting adalah salah satu teknik dasar bermain dalam futsal dimana seorang pemain melakukan tembakan atau menendang bola dengan keras ke arah gawang lawan untuk mencetak sebuah gol. 

teknik shooting cara menendang bola dengan keras

Teknik shooting yang baik harus memperhatikan perpaduan antara kekuatan dan akurasi tendangan. Cara agar mampu melakukan tendangan keras dan akurat saat shooting dalam futsal yaitu dengan sering melakukan latihan memperkuat kaki untuk menendang bola supaya terarah dan tepat sasaran. Semakin sering seorang pemain dalam melatih teknik shooting ini tentu akan semakin bagus dan tajam kemampuannya dalam melakukan tembakan ke arah gawang sehingga sulit untuk diantisipasi oleh lawan.

Untuk melakukan teknik shooting ini sebenarnya mirip seperti saat kita passing akan tetapi pada shooting perlu kekuatan, power tenaga yang lebih besar sehingga menghasilkan laju bola yang cepat. Cara melakukan shooting yang benar bisa menggunakan kaki bagian dalam yang dekat dengan ujung, sisi kaki bagian luar dan dengan punggung kaki. Selain itu tembakan ke arah gawang dapat pula dilakukan dengan memakai ujung kaki pada sepatu dimana hal ini bisa menghasilkan laju bola yang cukup cepat, kencang dan arah bola tetap bergerak lurus ke depan.


Shooting dengan Kaki Sisi Dalam

Cara menendang bola dengan teknik ini biasa dilakukan untuk melakukan tembakan dengan jarak dekat. Shooting menggunakan kaki bagian dalam merupakan teknik yang paling sering digunakan untuk menembak dengan akurat dan terarah. Beberapa tips melakukan teknik shooting dengan cara ini yaitu
  • Posisi bola berada di depan tubuh kita dan menghadap sasaran
  • Letakkan kaki kanan / kiri untuk menumpu di samping bola dengan lutut sedikit ditekuk
  • Tarik ke belakang kaki yang dijadikan untuk menendang lalu ayunkan ke depan
  • Saat menendang tempatkan kaki di tengah bagian bola
  • Biarkan kaki tetap mengayun ke depan untuk mengkiti arah bola

Shooting dengan Kaki Sisi Luar

Dalam permainan futsal maupaun sepak bola teknik menendang bola menggunakan kaki bagian luar sering dilakukan ketika melepaskan tendangan ke arah gawang dimana posisi pemain berada pada tempat yang berlawanan dengan posisi gawang lawan. Selain itu teknik shooting ini juga dapat dipakai untuk mengecoh penjaga gawang dari tim lawan. Inilah tips dalam melakukan tembakan menggunakan sisi kaki bagian luar, yaitu:
  • Tempatkan tubuh kita di sebelah samping bola
  • Letakan kaki untuk tumpuan sejajar atau sedikit ke belakang dengan bola
  • Kaki kanan atau kiri yang digunakan untuk menendang terlebih dahulu di tarik kebelakang lalu diayun dengan lebih cepat ke samping agar bola melaju kencang
  • Ketika dilakukan tendangan, tempatkan kaki di bagian samping sisi kanan atau kiri bola
  • Setelah menendang biarkan kaki mengayun mengikuti arah bola ke samping.

Shooting dengan Punggung Kaki

Cara menendang bola menggunakan bagian punggung kaki sangat sering dipakai oleh pemain futsal dalam pertandingan karena teknik ini menghasilkan laju bola yang kencang dan terarah. Diperlukan latihan yang benar agar bisa menguasai teknik shooting ini dengan baik. Cara untuk melakukan tendangan bola dengan keras menggunakan punggung kaki ada beberapa tips, antara lain:
  • Posisikan bola di depan tubuh kita
  • Letakkan kaki untuk menumpu di samping bola dan hadapkan jari-jari ke arah gawang
  • Kaki yang digunakan untuk menendang tarik ke belakang lalu ayunkan ke depan sekuat mungkin
  • Saat melakukan tendangan tubuh sedikit dicondongkan ke depan
  • Tendang bagian tengah bola dengan punggung kaki menghadap ke arah target
  • Biarkan kaki tetap mengayun ke depan mengikuti bola setelah ditendang


Shooting dengan Ujung Kaki

Teknik menembak bola dengan keras dapat dilakukan menggunakan bagian ujung kaki atau sepatu dan oleh sebagian orang biasa disebut dengan isitilah concong atau gajul. Cara melakukan shooting dengan teknik ini tidak terlalu sering digunakan oleh para pemain hanya dalam kondisi tertentu saja seperti saat terjepit dan tertekan oleh lawan, serta juga bisa dilakukan saat berhadapan satu lawan satu dengan seorang kiper dari tim lawan.

Untuk melakukan teknik shooting menggunakan bagian ujung kaki dengan baik, caranya hampir sama seperti ketika melakukan shooting bola menggunakan cara-cara yang lainnya, yang perlu diperhatikan adalah
  • Tempatkan tubuh kita di belakang bola
  • Kaki kanan / kiri untuk menumpu sedikit berada di belakang bola
  • Kaki sebagai penendang tarik ke belakang lalu dorong ke depan
  • Tendang bola tepat di bagian tengahnya menggunakan ujung kaki atau sepatu
  • Tahan kaki untuk tidak bergerak ke depan mengikuti arah bola
Demikian penjelasan teknik dasar shooting dalam futsal tentang cara menendang bola dengan keras saat melakukan tembakan ke arah gawang. Baca juga teknik dasar permainan yang lainnya, semoga bermanfaat.

Peraturan Permainan Futsal Lengkap

Pengertian 

Futsal adalah sebuah bentuk permainan olahraga bola yang cara bermainnya dilakukan oleh 2 regu atau tim, dimana jumlah pemain pada masing-masing tim sebanyak 5 orang termasuk penjaga gawang. Seperti halnya pada permainan sepak bola tujuan dari permainan futsal ialah mencetak gol sebanyak mungkin dengan cara memasukkan bola ke dalam gawang lawan menggunakan kaki atau dengan anggota tubuh yang lainnya kecuali tangan.

peraturan permainan futsal terbaru

Asal usul olahraga futsal memiliki sejarah yang cukup panjang hingga sampai ke Indonesia. Awal mulanya permainan ini dipopulerkan oleh seseorang bernama Juan Carlos Ceriani pada tahun 1930 di Uruguay dan setelah itu berkembang dengan pesat di Brazil tahun 1936 hingga dibuatlah sebuah ketetapan tentang peraturan dalam permainan futsal. Mengenai perkembangan selanjutnya silahkan baca Sejarah Permainan Futsal di dunia dan Indonesia. 

Aturan Permainan

Setiap cabang olahraga apapun pasti memiliki sebuah aturan main dalam pertandingan, termasuk peraturan bermain futsal dibuat adalah dengan tujuan agar setiap pertandingan yang berlangsung pada suatu turnamen atau kompetisi dapat berjalan dengan baik, lancar dan tercipta suasana yang tertib, teratur serta bisa dinikmati oleh setiap orang. Baik untuk pemain itu sendiri, wasit, pelatih, official maupun seluruh penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut. 

Peraturan pada permainan futsal kalau kita perhatikan memang memiliki banyak kesamaan dengan peraturan pada sepak bola, akan tetapi sebenarnya masing – masing mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki pada permainan lain. Dari sebuah permainan yang sederhana dan tradisional kini futsal menjadi sebuah olahraga modern yang banyak digemari orang di seluruh dunia, sehingga tak terelakkan jika pada peraturan futsal terbaru terjadi beberapa perubahan seiring dengan berkembangnya zaman yang terus berubah. 

Tata Tertib Pertandingan

Ada beberapa tata tertib dalam pertandingan futsal yang penting sekali untuk diketahui oleh setiap pemain, dimana pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan permainan futsal ini dibutuhkan sebagai bekal dalam menghadapi turnamen yang akan dijalaninya. Hal ini mutlak diperlukan oleh para pemain mengingat pada ajang kompetisi atau turnamen tersebut berlaku dan diterapkannya sebuah peratuan kompetisi futsal resmi sesuai dengan ketetapan dari PSSI maupun peraturan oleh FIFA. 

Sebagaimana yang kita tahu bahwa olahraga futsal saat ini sudah sangat popular di tengah masyarakat kita, tetapi mungkin sebagian orang belum begitu mengerti tentang panduan dan peraturan cara bermain futsal yang benar. Sehingga sering terlihat para pemain amatir atau pemula melakukan banyak kesalahan dalam permainan futsal, selain itu untuk syarat bermain juga tidak terpenuhi dengan baik. Tak hanya untuk pemain saja, seorang wasit jauh lebih dituntut untuk memahami berbagai aturan pertandingan futsal karena memiliki peran yang sangat penting di dalam memimin jalannya permainan. 

Peraturan Resmi FIFA

Pertandingan futsal pada sebuah turnamen memiliki beberapa level yang terbagi dari kelas atas hingga bawah, tentunya memiliki ketentuan yang sedikit berbeda antara peraturan futsal internasional dengan peraturan yang ada di level nasional ataupun regional. Terlebih lagi untuk kelas amatir pada kompetisi antar kampung jelas memiliki aturan permainan yang berbeda, namun harus dengan kesepakatan bersama dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada. 

Peraturan pertandingan futsal secara lengkap dan mendalam telah dibahas pada artikel – artikel yang lainnya dengan mendetail beserta keterangan dan juga penjelasannya agar bisa dibaca dan pelajari lebih mudah. Beberapa peraturan dalam futsal tersebut yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut:

Lapangan dan Gawang  

Peraturan untuk ukuran lapangan futsal standar internasional sesuai ketetapan dari FIFA yaitu memiliki panjang 38 – 42 meter sedangkan untuk lebar lapangan pertandingan antara 18 – 25 meter. Berbeda halnya untuk standar nasional ataupun regional memiliki ukuran yang lebih kecil. Tebal garis lapangan futsal yaitu 8 cm untuk semua ukuran garis yang terdapat di dalamnya. 

Sedangkan fungsi garis tengah, samping, daerah penalti dan garis lainnya yang ada pada lapangan permainan memiliki kegunaan masing – masing. Bentuk dan ukuran gawang futsal juga telah ditentukan dalam peraturan seperti panjang, lebar mistar gawang dan tinggi tiang atau palang gawang. Penjelasan selengkapnya silahkan baca Ukuran Lapangan dan Gawang Futsal Standar Internasional.

Bola 

Lingkaran bola futsal memiliki ukuran minimal 62 cm dan maximum 64 cm. Peraturan bola futsal memiliki sedikit perbedaan dengan bola yang ada pada permainan olahraga sepak bola termasuk bahan dasar yang digunakan, diameter lingkaran, berat dan tekanan serta pantulan bola. Lantas bagaimana peraturan mengenai bola yang digunakan dalam pertandingan? Pelajari lebih lanjut pada halaman berikut, Bola Futsal Standar FIFA 

Pemain

Peraturan jumlah pemain futsal yaitu sebanyak 5 orang termasuk penjaga gawang (Keeper) dan ditambah dengan beberapa pemain cadangan. Beberapa perlengkapan untuk pemain futsal dan juga kiper diantaranya adalah kaos / kostum, celana, sepatu, kaos kaki, dekker  atau shinguards. Baca lebih lengkap ulasannya tentang perlengkapan bermain dalam Peraturan Pemain Futsal yang wajib dipakai pada pertandingan. 

Wasit 

Dalam permainan futsal terdiri atas beberapa macam wasit yaitu seseorang yang ditunjuk sebagai wasit utama untuk memimpin jalannya pertandingan ditemani oleh wasit kedua serta dibantu pencatat waktu dan wasit ketiga. Masing – masing memiliki fungsi dan tanggung jawab sendiri – sendiri yang harus dilaksanakan dengan baik sehingga pengetahuan tentang peraturan wasit futsal terbaru menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui.  Adapun tugas dan wewenang wasit dalam pertandingan telah dibahas lebih detail pada halaman berikut, Peraturan Wasit Futsal 

Waktu 

Permainan futsal dilakukan dengan durasi selama 20 menit pada pertandingan resmi internasional sesuai ketentuan dari FIFA. Sedangkan lama waktu istirahat tidak boleh lebih dari 15 menit dan masing – masing tim juga diberi kesempatan untuk meminta waktu time out selama 1 menit. Tendangan kick off dilakukan untuk memulai suatu pertandingan dan permainan diakhiri dengan bunyi peluit wasit ketika pencatat waktu memberikan petunjuk. Penjelasan selengkapnya pada Peraturan Waktu Dalam Futsal

Penentuan Gol, Skor, dan Pemenang

Gol dianggap sah dan tidaknya pada permainan futsal yaitu dengan melihat posisi bola. Apakah seluruh bagian bola sudah melewati garis diantara mistar dan tiang gawang atau belum. Cara untuk menentukan pemenang pertandingan dalam futsal dilakukan dengan diberikan perpanjangan waktu tambahan untuk kedua tim atau dilakukannya tendangan adu penalti. Pada pertandingan untuk partai home away bisa dilakukan dengan menghitung jumlah selisih gol dari nilai yang dihasilkan pada gol tandang. Untuk mempelajarinya lebih dalam silahkan baca Cara Menentukan Skor Gol dan Pemenang Futsal

Tendangan Sudut, Pembersihan Gawang dan Tendangan Kedalam

Permainan futsal sebenarnya memiliki banyak kemiripan dengan sepak bola tetapi sedikit berbeda pada pelaksanaannya. Peraturan tendangan sudut dalam futsal dilakukan dari salah satu pojok lapangan yang terdekat dengan posisi bola ketika meninggalkan lapangan. Pembersihan gawang pada futsal  dilakukan dengan cara bola dilempar oleh penjaga gawang kepada teman satu timnya. Untuk peraturan tendangan ke dalam futsal dilakukan dari garis samping atau pembatas lapangan dimana posisi bola berada dalam keadaan diam tak bergerak dan bola ditendang dalam waktu 4 detik. Beberapa kesalahan pemain saat melakukan tendangan tersebut bisa dipelajari pada Peraturan Tendangan Sudut Kedalam Futsal dan Pembersihan Gawang 

Sangsi Disiplin dan Pelanggaran 

Beberapa jenis pelanggaran dalam permainan futsal dapat menyebabkan seorang pemain terkena sebuah peringatan dari wasit berupa sanksi disiplin karena dianggap telah melakukan kesalahan atas kalakuan tidak sopan yang bisa berakibat dikeluarkannya dia dari lapangan pertandingan. Fungsi diberikannya kartu kuning dan kartu merah dalam futsal juga memiliki kegunaannya untuk memberitahukan bahwa pemain yang bersangkutan telah diberikan sebuah peringatan keras oleh wasit maupun mendapat hukuman pengusiran keluar lapangan permainan. Apa saja bentuk pelanggaran (Foul) tersebut? Pembahasan lebih lanjut ada pada artikel berikut ini, Jenis Pelanggaran dan Sangsi Hukuman dalam Futsal

Akumulasi Pelanggaran 

Dalam pertandingan futsal terdapat sebuah peraturan tentang pelanggaran yang dihitung oleh wasit sebagai pelanggaran akumulasi. Sebuah tim yang telah melakukan 5 pelanggaran oleh pemainnya pada tiap babak akan tercatat dan mendapat hukuman tendangan bebas langsung dengan posisi tendangan dari tempat yang ditentukan wasit. Jika pelanggaran dilakukan lebih dari lima kali maka berlaku ketentuan sebagai mana yang diatur dalam Peraturan Akumulasi Pelanggaran Futsal

Tendangan Bebas dan Penalti

Pada permainan futsal terdapat dua jenis tendangan bebas dalam pertandingan yang mungkin sering kita jumpai juga pada permainan olahraga sepak bola yaitu tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Dalam permainan futsal memiliki aturan tersendiri tentang posisi bola, jarak dan prosedur cara melakukan tendangan bebas yang harus dilakukan dengan betul oleh pemain di dalam lapangan pertandingan. Posisi tendangan bebas langsung maupun tidak langsung harus dilakukan dari titik yang telah ditentukan oleh wasit dan jarak pemain dengan bola harus mentaati peraturan yang berlaku.   

Peraturan tendangan pinalti pada futsal dilakukan pada jarak 6 meter dari garis gawang sedangkan jarak titik penalti kedua dari gawang yaitu berjarak 10 meter. Seorang penjaga gawang juga harus mengetahui tentang peraturan kiper futsal saat terjadi tendangan pinalti. Ada banyak penyebab seorang pemain mendapat hukuman tendangan bebas maupun penalti dalam futsal yaitu karena adanya sebuah kesalahan yang dilakukan pemain dan dianggap oleh wasit layak untuk mendapatkan sangsi pelanggaran. Baca selengkapnya pada Peraturan Tendangan Bebas dan Pinalti Futsal

Perubahan Peraturan 

Permainan futsal sejak pertama kali ditemukan jenis olahraga ini tentunya telah banyak mengalami beberapa perubahan baik dari sistem permainan futsal maupun elemen pendukungnya sejalan dengan berubahnya perkembangan zaman. Jenis permainan olahraga ini memiliki sejarah yang memang patut untuk diketahui oleh para pecinta futsal dan setiap orang yang mempunyai hobi berolahraga supaya kita tahu tentang bagaimana perkembangan dan asal mula sejarah futsal di dunia hingga sampai ke Indonesia saat ini. 

Dalam pertandingan futsal bisa juga dilakukan perubahan peraturan untuk beberapa kasus tertentu dengan melihat dan mempertimbangkan berbagai faktor serta terjadi kesepakatan antar anggota / peserta. Dengan berlandaskan sebuah kesepakatan dan menghormati setiap asosiasi yang terkait serta berjalan sesuai dengan prinsip yang ada, peraturan - peraturan pada futsal ini bisa dirubah atau dimodifikasi dalam penerapannya untuk disesuaikan pada pertandingan bagi para pemain futsal wanita, para pemula yang berusia di bawah 16 tahun, pemain veteran dengan usia melebihi 35 tahun dan bagi para pemain yang memiliki kekurangan -  kekurangan tertentu. 

Beberapa hal yang diperbolehkan untuk dilakukannya perubahan adalah
  • Ukuran lapangan permainan
  • Lebar dan tinggi mistar gawang
  • Ukuran bola, berat, dan bahan dasarnya
  • Durasi atau lama waktu permainan pada tiap babak
  • Pergantian terhadap pemain cadangan 
Dan berkenaan dengan jenis kelamin, semua tentang peraturan wasit futsal, para pemain, serta petugas yang lainnya diberlakukan sama, baik itu pria ataupun wanita. 

Contoh Peraturan Pertandingan 

Dalam sebuah kompetisi atau cup futsal banyak ditemui tata tertib pertandingan yang wajib ditaati oleh para peserta. Peraturan turnamen futsal tersebut juga berlaku pada pertandingan liga futsal dimana setiap ketentuannya menggunakan peraturan resmi dari PSSI maupun FIFA. Untuk segala persyaratan pertandingan dan tata tertib peraturan permainan telah ditentukan oleh panitia penyelenggara dan disosialisasikan pada acara technical meeting sebelum pertandingan kompetisi dimulai.  

Peraturan resmi FIFA tidak selamanya bisa diterapkan dalam semua penyelenggaraan turnamen terutama pada penyelenggaraan di tingkat bawah seperti peraturan lomba futsal untuk kompetisi antar kampung, RT atau desa maupun antar pelajar sekolah dari SD, SMP sampai SMA/SMK bahkan antar kampus yang mana disebabkan karena keterbatasan beberapa faktor. Untuk mengetahui format pertandingan dalam sebuah even turnamen ataupun kompetisi futsal yang akan diselenggarakan bisa dilihat dan download pada Contoh Peraturan Pertandingan Turnamen Futsal

Demikian penjelasan lengkap mengenai peraturan dalam permainan futsal yang bisa dibagikan kali ini, silahkan baca artikel yang lainnya juga, semoga bermanfaat. 

Teknik Passing Cara Mengumpan Bola Futsal


Futsal merupakan suatu permainan bola seperti sepak bola namun dengan lapangan yang kecil sehingga taktik yang digunakan sedikit berbeda.  Pada futsal pemain lebih sering menggunakan passing bawah dengan operan-operan pendek dalam pertandingan sehingga dituntut untuk menguasai teknik dasar passing atau mengumpan bola. Semakin bagus kemampuan seorang pemain dalam melakukan passing maka semakin mudah dalam menerapkan pola dan strategi permainan dalam sebuah tim. Tentunya harus diimbangi juga dengan kemampuan dan teknik yang lainnya. 

cara passing mengumpan bola

Passing adalah teknik dasar dalam permainan futsal dimana seorang pemain memberikan operan atau umpan pendek kepada salah satu rekan timnya. Teknik mengoper bola ini sangatlah penting untuk dikuasai oleh setiap pemain karena sangat sering digunakan dalam sepanjang pertandingan dibandingkan dengan umpan lambung yang lebih jarang dipakai pada lapangan berukuran kecil.  

Cara melakukan teknik passing dengan baik memang dibutuhkan penguasaan gerakan supaya bola mengarah pada sasaran yang diinginkan. Pada permukaan lapangan yang rata dan ukurannya kecil sangat perlu dilakukan operan yang keras dan akurat sehingga pola permainan futsal bisa diterapkan dengan baik.  

Ada beberapa macam cara mengumpan bola atau operan yang biasa digunakan oleh pemain dalam futsal, diantara jenis passing tersebut adalah mengumpan dengan kaki bagian dalam, menggunakan kaki bagian luar, dan umpan dengan memakai tumit. 

Passing dengan Kaki Dalam

Teknik mengumpan bola dengan memakai cara ini biasa dilakukan oleh pemain untuk memberikan bola kepada rekannya yang berada dalam jarak yang dekat. Karena ukuran lapangan futsal yang kecil maka teknik ini sangat mendominasi dalam permainan dimana para pemain sering kali melakukan umpan atau operan pendek (Short passing) dalam membangun strategi bermainannya.

Cara melakukan teknik passing ini dengan benar bisa dilatih dengan cara berikut:
  • Posisikan bola di depan kita dan tubuh menghadap target pemain yang hendak di kasih umpan 
  • Tempatkan kaki kiri / kanan sebagai tumpuan di samping bola dengan lutut sedikit ditekuk
  • Tarik ke belakang kaki untuk menendang lalu ayunkan ke dapan sampai terkena bola 
  • Tendanglah tepat di bagian tengah bola agar bergerak lurus ke depan
  • Biarkan kaki untuk tetap diayunkan mengikuti arah bola ke depan. 

Passing dengan Kaki Luar

Cara mengoper bola dengan menggunakan teknik passing ini biasa dilakukan oleh pemain untuk memberikan umpan silang kepada teman satu timnya dimana posisinya berada pada tempat yang berlawanan dengan posisi pengumpan. Teknik passing dengan menggunakan kaki bagian luar juga bisa dipakai dalam membangun umpan terobosan untuk menipu lawan. 

Teknik operan dengan kaki luar ini bisa dilatih dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Posisi bola berada di samping kita saat akan ditendang
  • Tempatkan kaki yang dijadikan tumpuan di belakang atau sejajar dengan posisi bola
  • Tarik ke belakang kaki penendang kemudian ayunkan ke samping hingga terkena bola
  • Saat menendang letakkan kaki di bagian kiri atau kanan bola
  • Gerakan kaki biarkan tetap mengikuti arah bola untuk mengayun ke samping  

Passing dengan Tumit

Teknik mengumpan bola menggunakan cara ini biasa dilakukan untuk mengecoh lawan dan dapat juga digunakan dalam situasi yang terjepit agar terhindar dari hadangan lawan atau saat kondisinya berada dalam posisi yang membelakangi gawang. Perlu kejelian saat melakukan operan ke belakang dengan cara menggunakan tumit ini yaitu untuk memastikan ada teman satu tim yang siap menerima umpan bola di belakang posisi kita dan komunikasi permainan mutlak diperlukan dalam hal ini. 

Beberapa cara untuk melakukan teknik ini adalah sebagai berikut:
  • Posisikan tubuh kita membelakangi bola
  • Tempatkan kaki untuk menumpu di sebelah samping dari bola
  • Kaki untuk menendang ditarik ke depan terlebih dahulu dan ayunkan ke belakang hingga tumit mengenai bola
  • Saat melakukan tendangan, tempatkan tumit di bagian tengah bola
  • Biarkan gerakan kaki sedikit mengayun ke belakang mengikuti arah bola 
Setelah mengetahui cara melakukan passing dengan benar maka perlu juga untuk memperbanyak latihan teknik dasar ini secara teratur sehingga kemampuan dalam mengumpan bola semakin baik. Demikian penjelasan tentang teknik passing dalam futsal, baca juga teknik permainan yang lainnya semoga bermanfaat. 

Contoh Peraturan Pertandingan Kompetisi Futsal

Pada sebuah turnamen atau cup futsal terdapat tata tertib untuk pemain yang harus dipenuhi oleh tiap peserta, termasuk juga pada pertandingan liga futsal yang mana berlaku ketetapan dan peraturan resmi futsal. Setiap ketentuan merujuk pada peraturan futsal dari PSSI maupun FIFA namun terkadang tak semua ketetapan tersebut mampu terlaksana dengan baik dan sempurna terutama saat penyelenggaraan turnamen di level bawah misalnya pada peraturan lomba futsal antar kampung yang memiliki banyak keterbatasan. Namun tetap harus sejalan dan tidak meninggalkan prinsip pada permainan futsal yang ada. 
peraturan pertandingan liga kompetisi turnamen cup futsal
Aturan main dalam permainan serta semua persyaratan pertandingan diumumkan pada saat technical meeting sebelum turnamen berlangsung. Format berikut ini salah satu contoh peraturan futsal untuk penyelenggaraan kompetisi antar club tingkat kecamatan pada even 17an dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan HUT RI yang bisa dijadikan sebagai acuan. Download peraturan pertandingan futsal terbaru untuk penyelenggaraan dalam turnamen futsal lalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada tempat masing-masing.


Peraturan Pertandingan Turnamen Futsal Antar Club 2016

Peserta

  1. Peserta turnamen adalah tim futsal yang berada di wilayah kota / kecamatan setempat
  2. Setiap tim terdiri dari 5 orang pemain inti, 5 pemain cadangan, 1 official dan pelatih 
  3. Hanya pemain yang telah terdaftar yang dapat mengikuti pertandingan 
  4. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 20 -31 Juli 2016 pada sekretariat panitia pelaksana kompetisi 
  5. Biaya pendaftaran untuk tiap team sebesar Rp 200.00,- (Dua Ratus Ribu Rupiah)
  6. Waktu pelaksanaan technical meeting dilaksanakan pada 4 Agustus 2016 bertempat di aula pertemuan harus dihadiri oleh setiap perwakilan masing – masing tim.

Waktu Pertandingan

  1. Pertandingan dimulai pada tanggal 7 Agustus 2016 dan dilaksankan setiap hari dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.00
  2. Lama waktu normal dalam pertandingan dilaksanakan selama 2x15 menit dan diberikan waktu untuk istirahat selama 5 menit
  3. Setiap tim berhak untuk meminta 1 kali waktu time out selama 1 menit kepada wasit pada tiap babak

Sistem Pertandingan

  1. Pertandingan diselenggarakan dengan menggunakan sistem setengah kompetisi terdiri dari babak penyisihan grup dan dilanjutkan putaran kedua pada babak seperempat final menggunakan sistem gugur
  2. Pertandingan kompetisi  terbagi ke dalam 4 grup dan setiap grup akan diambil 2 tim terbaik yang lolos untuk melaju ke babak 8 besar
  3. Cara penilaian poin yang di dapat pada pertandingan babak penyisihan grup yaitu tim yang menang mendapatkan 3 poin, jika imbang / seri 1 poin dan jika kalah tidak mendapat poin atau 0
  4. Untuk menentukan tim yang lolos ke fase berikutnya jika terjadi nilai skor yang sama, maka penentuan juara grup didasarkan pada urutan: jumlah poin yang didapat, head to head pertandingan, perhitungan selisih gol, dan produktivitas jumlah gol yang dicetak 
  5. Jika pertandingan pada putaran kedua berakhir seri maka dilanjutkan dengan 3 kali tendangan adu penalti oleh pemain terakhir yang berada di lapangan, dan jika masih imbang juga dilanjutkan dengan 1 kali tendangan penalti oleh pemain yang tersisa dari masing-masing tim hingga terjadi selisih skor
  6. Selama kompetisi berlangsung panitia penyelenggara juga menyediakan trofi dan uang pembinaan kepada para pemenang: tim terbaik (Kriteria disiplin waktu, kekompakan, tingkat kesalahan yang sedikit, minim akumulasi kartu), pemain terbaik ditentukan dari tim yang lolos ke dalam babak semi final, dan top skor dipilih dari pemain yang paling banyak mencetak gol.

Tata Tertib Pemain dan Official Team

  1. Setiap peserta dari masing-masing tim wajib mentaati peraturan yang telah ditentukan oleh panitia
  2. Tim yang akan bertanding harus hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai, jika dalam waktu yang ditentukan tak kunjung hadir maka dianggap gugur dan kemenangan 3-0 atas tim lawan
  3. Pemain yang tidak memenuhi persyarat pertandingan futsal tidak diperbolehkan untuk ikut bermain sampai terpenuhinya persyaratan tersebut
  4. Setiap pemain dan tim ofisial harus berperilaku sopan, tidak boleh berkata kotor atau melakukan tindakan anarkis yang bisa menimbulkan keributan, perkelahian, kerusuhan dan lain-lain. Jika dilakukan maka diberikan sangsi tegas berupa teguran, kartu kuning / kartu merah atau terkena hukuman drop out dari pertandingan
  5. Pelatih dan ofisial tim hanya bertugas memberikan instruksi kepada pemain tentang strategi tim yang diterapkan dan tidak diperbolehkan untuk ikut bermain dalam pertandingan 
  6. Posisi pemain cadangan, ofisial tim dan pelatih berada pada daerah yang telah ditentukan dan dilarang untuk masuk melewati garis lapangan permainan. 
  7. Tiap pemain dalam tim wajib untuk memakai perlengkapan permainan lengkap seperti warna kostum yang berbeda dengan lawannya, kaos seragam yang memiliki nomor punggung tetap untuk digunakan setiap pemain, kaos kaki panjang minimal mencapai betis kaki dan menutupi dekker, pelindung / shin guard tidak diperbolehkan terbuat dari kardus atau bahan yang tak seharusnya digunakan dan sepatu futsal yang digunakan tidak boleh berpul 
  8. Semua pemain tidak boleh memiliki kuku panjang dan dilarang untuk memakai aksesoris yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain seperti gelang, kalung, cincin dan sebagainya. 
  9. Denda terhadap pemain yang mendapat kartu kuning sebesar Rp 15.000,- dan untuk kartu merah sebesar Rp 25.000,- 
  10. Pemain yang terkena sangsi pelanggaran kartu merah atau terakumulasi 2 kali kartu kuning maka tidak diperbolehkan mengikuti 1 kali pertandingan selanjutnya.  
  11. Pemain yang telah terdaftar pada salah satu tim tak boleh bermain pada tim lain
  12. Setiap keputusan wasit bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat
  13. Keputusan panitia dapat berubah sewaktu–waktu jika dianggap perlu sesuai situasi dan kondisi yang ada.

Peraturan Umum Futsal

  1. Jumlah pemain minimal dalam 1 tim pada saat kick off yaitu 4 orang, jika kurang dari itu dianggap walk out
  2. Penggantian pemain harus dilakukan di area pergantian pemain yang telah ditentukan
  3. Sistem pergantian pemain menggunakan sistem bebas tanpa harus meminta instruksi wasit
  4. Setiap kick off dilakukan dengan 2 kali sentuhan tendangan atau bola digulirkan ke arah depan gawang lawan
  5. Tendangan kedalam dari bola out harus dilakukan pada keadaan bola diam dalam waktu 4 detik dan posisi kaki penendang maupun bola tak boleh masuk melebihi garis samping lapangan. 
  6. Penjaga gawang tidak boleh memegang bola lebih dari 4 detik, jika dilakukan akan dikenakan sanksi tendangan bebas tidak langsung untuk tim lawan dari liar kotak penalti 
  7. Seorang kiper tidak boleh memegang bola yang diumpan dari kaki teman satu timnya, jika dilakukan maka diberikan sangsi tendangan bebas tidak langsung untuk lawan
  8. Setiap pelanggaran diberikan hukuman tendangan bebas langsung maupun tidak langsung oleh wasit sesuai dengan keadaan di lapangan
  9. Jika terjadi pelanggaran akumulasi ke 6 dalam satu babak maka dihukum dengan tendangan bebas langsung dari titik pinalti kedua
  10. Pemain yang bermain kasar dan berbahaya akan diberikan peringatan serius oleh wasit berupa sangsi kartu kuning maupun kartu merah
  11. Jika salah seorang pemain terkena kartu merah maka pemain pengganti harus menunggu selama 2 menit untuk menggantikan posisinya kecuali sebelum itu tim lawan mencetak gol.

Ketentuan Lain

  1. Jika terjadi gangguan atau hal yang tidak diinginkan ketika pertandingan berlangsung dan keadaan memaksa untuk dihentikan karena tidak memungkinkan dilanjutkan maka panitia dapat menghentikan atau menunda pertandingan  
  2. Pertandingan dilanjutkan kembali atas pertimbangan wasit dan panitia penyelenggara pada waktu yang telah ditentukan 
  3. Peraturan ini dianggap telah disepakati oleh semua peserta yang terlibat dalam kompetisi 
  4. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan kompetisi  akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada peraturan futsal PSSI dan FIFA
Demikian contoh peraturan futsal untuk turnamen antar club, baca juga peraturan dalam permainan futsal yang lain semoga bermanfaat. 

Akumulasi Pelanggaran Dalam Futsal

Peraturan Pelanggaran Terakumulasi

Saat pemain berada di lapangan permainan maka sangatlah mungkin seseorang untuk melakukan sebuah bentuk pelanggaran yang menyalahi aturan pertandingan. Pada permainan futsal berlaku sebuah ketentuan atau ketetapan terkait dengan kesalahan pemain yang dihitung sebagai pelanggaran yang diakumulasikan oleh wasit, dimana hal itu telah diatur dan tercantum dalam peraturan futsal. Wasit dengan dibantu oleh pencatat waktu dan juga wasit ketiga akan memiliki catatan terhadap pemain – pemain dalam sebuah tim yang melakukan kesalahan dan pelanggaran. 

peraturan akumulasi pelanggaran dalam futsal

Oleh karena itu sangat perlu kehati-hatian dari para pemain terutama ketika jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh timnya sudah cukup sering terjadi agar lebih mampu lagi dalam mengontrol emosinya dan tetap fokus terhadap permainan yang sedang berlangsung sehingga jangan sampai terjadi lagi sebuah pelanggaran yang bisa merugikan timnya sendiri, terlebih lagi untuk kesalahan – kesalahan yang terbilang konyol yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan oleh para pemain. 

Ada beberapa jenis pelanggaran yang terakumulasi dalam permainan futsal dimana lima kesalahan yang telah dilakukan oleh pemain dari masing – masing timnya akan diakumulasikan pada babak pertama dan tercatat dalam ringkasan pertandingan. Hukuman dari pelanggaran tersebut yaitu dengan diberikan sebuah sangsi tendangan bebas langsung sebagaimana yang disebutkan dalam peraturan. 

Baca penjelasan lengkapnya pada Peraturan Tendangan Bebas dan Penalti Dalam Futsal 

Hukuman Tendangan Bebas  

Pada peraturan futsal, posisi pemain saat dilakukan tendangan bebas untuk lima macam pelanggaran pertama yang terakumulasi dicatat kedua tim pada tiap babaknya
  • Seluruh pemain dari tim lawan harus berada pada jarak yang tidak kurang dari 5 meter terhadap bola hingga bola dalam permainan
  • Pemain lawan boleh membentuk dinding pertahanan untuk menghadang tendangan 
  • Sebuah gol bisa diciptakan langsung dari titik tendangan bebas ini.  
Jika pelanggaran dilakukan oleh sebuah tim lebih dari lima kali dalam setiap babaknya, maka pada permulaan terjadinya pelanggaran akumulasi keenam dalam futsal berlaku ketentuan sebagai berikut:
  • Pemain dari tim yang bertahan tidak diperbolehkan membentuk dinding pertahanan untuk menutup tendangan bebas secara langsung menuju ke arah gawang
  • Seorang pemain yang akan melaksanakan tendangan bebas maka harus diidentifikasi dengan jelas 
  • Posisi penjaga gawang (Keeper) harus tetap berada dalam daerah penaltinya sendiri dengan jarak tidak boleh kurang dari 5 meter terhadap bola di titik tendangan  
  • Selain penendang dan keeper semua pemain yang lainnya di lapangan tetap berada pada posisi sejajar dengan bola dan parallel dengan garis gawang di luar daerah penalti dengan jarak tak kurang lima meter dari bola dan tidak boleh melewati garis imajiner yang ditentukan oleh wasit. 

Prosedur Pelaksanaan Pelanggaran Keenam 

Cara melakukan sebuah tendangan bebas yang terlahir karena adanya pelanggaran akumulasi dalam futsal, untuk pelanggaran keenam dan terakumulasi selanjutnya yaitu
  • Penendang harus melakukan tendangan bebas langsung ke arah gawang untuk mencetak gol dan tidak diperbolehkan mengumpan bola kepada teman satu timnya 
  • Ketika tendangan bebas sudah dilakukan, semua pemain tidak boleh menyentuh bola sebelum tersentuh oleh penjaga gawang atau telah memantul dari tiang atau mistar gawang atau bola sudah keluar lapangan permainan 
  • Jika pemain melakukan akumulasi pelanggaran yang keenam untuk timnya pada posisi antara garis di tengah lapangan dan titik penalti kedua maka tendangan bebas dilakukan di titik penalti kedua (Jarak 10 meter dari gawang) sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan  
  • Jika pelanggaran keenam dalam futsal dilakukan oleh salah seorang pemain untuk timnya terjadi di daerah sendiri antara garis gawang dan titik pinalti kedua (10 meter dari garis gawang) di luar kotak pinalti maka tim yang mendapat tendangan bebas tersebut boleh memilih apakah tendangan mau dilakukan dari titik pinalti kedua atau posisi tempat terjadinya pelanggaran. 
  • Posisi tendangan bebas langsung tidak boleh dilakukan pada jarak yang kurang dari 6 meter dari gawang, apabila pelanggaran tersebut terjadi di dalam daerah pinalti maka titik tendangan bebas dilakukan di garis pinalti terdekat  
  • Jika tendangan bebas terjadi di akhir babak pertandingan maka sebuah tambahan perpanjangan waktu harus diberikan oleh wasit untuk memberi kesempatan kepada pemain untuk melakukan tendangan 
  • Jika permainan telah memasuki waktu tambahan maka untuk semua pelanggaran terakumulasi yang telah dilakukan oleh pemain untuk timnya pada tiap babak pertandingan tetap berlanjut untuk dihitung dan diakumulasikan ke dalam waktu tambahan. 

tendangan bebas penalti kedua pelanggaran akumulasi futsal

Kesalahan dan Sangsi Pelanggaran 

Dalam permainan futsal ada beberapa kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan pemain saat terjadinya sebuah tendangan bebas pada pelanggaran terakumulasi, diantaranya adalah
  • Jika ada seorang pemain dari tim yang bertahan melakukan pelanggaran yang menyalahi peraturan tendangan dari titik penalti kedua maka tendangan bebas diulang apabila tidak terjadi gol dan tendangan tidak diulang apabila terjadi sebuah gol 
  • Jika ada pemain dari teman satu timnya melanggar peraturan tendangan bebas dari titik penalti kedua maka tendangan diulang jika tercipta sebuah gol, namun jika tidak terjadi gol maka wasit memberikan tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan dan dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran 
  • Jika bola sudah dalam permainan dan seorang pemain yang melakukan tendangan bebas menyentuh bola kembali untuk kedua kalinya sebelum tersentuh oleh penjaga gawang atau memantul dari mistar atau tiang gawang atau penendang tersebut melakukan sebuah kesalahan dan pelanggaran terhadap peraturan tendangan titik pinalti kedua ini maka tendangan bebas tidak langsung diberikan oleh wasit untuk tim lawannya dan dilakukan dari posisi tempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut (Kecuali jika terjadi di dalam daerah penalti)  
  • Jika ada pemain dari tim yang bertahan dan tim penyerang melakukan pelanggaran dari peraturan tendangan bebas ini maka tendangan dari titik pinalti kedua diulang 
  • Jika bola mengenai sesuatu benda atau gangguan dari luar setelah pemain melakukan tendangan ke depan maka tendangan bebas langsung harus diulang dan apabila bola mengenai sesuatu setelah memantul dari seorang penjaga gawang (Keeper) atau terpantul dari tiang atau mistar gawang tanpa tercipta sebuah gol maka wasit menghentikan sementara permainan. Permainan dilanjutkan kembali dengan cara wasit menjatuhkan bola (Dropped ball) pada posisi dimana tempat bola terkena gangguan atau mengenai sesuatu (Benda) tersebut. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pelanggaran apa saja yang bisa menyebabkan seorang pemain terkena sangsi pelanggaran akumulasi pada futsal dan juga penyebab diberikannya sebuah peringatan oleh wasit berupa hukuman kartu kuning dan kartu merah maupun sanksi disiplin sebuah peringatan atau dikeluarkan dari lapangan permainan saat pertandingan futsal silahkan bisa dibaca selangkapnya pada Jenis Pelanggaran dan Sanksi Hukuman Dalam Futsal

Itulah beberapa penjelasan tentang peraturan akumulasi pelanggaran yang ada pada permainan olahraga futsal. Baca juga artikel yang lainnya, semoga bermanfaat.